Islamic Calendar

Kategori

PENGUNJUNG

Counter Thrifty Car Rental

Locations of visitors to this page PageRank

Tabungan Akhirat

===================== Donasi Via Bank BRI No. Rekening : 6130-01-007586-53-1 Atas Nama : JARKONI

BLOG SUPPORTED BY

http://i603.photobucket.com/albums/tt118/Jarkoni/AL-AZHARKOMPUTERSmall2.jpg
.: اهلا وسهلا فى المعهد الأزهر :.

Petuah Ushfuriyah

Diposkan oleh أحمد زرقاني Selasa, 29 November 2011


Muhammad bin Abu Bakar Al Ushfruri (r.a) mengumpulkan empat puluh hadis dengan sanad yang bersambung sampai Nabi Muhammad SAW, yang diperoleh dari guru-guru pilihan dan imam-imam besar yang masing-masing meriwayatkan dari sebagian sahabat. Beliau tambahkan di dalamnya petuah-petuah yang layak dan hikayat-hikayat yang didengar dari para ulama, yang terdapat dalam khabar dan asar.


Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengamalan beliau terhadap hadits Nabi SAW "Siapa saja yang mengumpulkan empat puluh hadits, maka orang tersebut akan mendapatkan maaf dan ampunan".


Dan semuanya tertulis dalam satu kitab mawa'idzul ushfuriyah yang saat ini tiga puluh hadits beserta hikayatnya telah juga beredar terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Sangat bagus dibaca untuk semua usia. Kumpulan cerita-cerita yang bermakna.

Salah satunya akan saya tuliskan di sini :

Hadits kedua puluh dua

Perintah Berhati Ikhlas

Dari Anas bin Malik r.a. dari nabi Saw, beliau bersabda "Pada hari kiamat, juru panggil berseru, "Manakah orang-orang yang mengaharapkan pujian dan manakah yang ikhlas? Tunjukkan amal-amalmu dan ambillah pahala-pahala dari Tuhanmu".


Nabi SAW bersabda, "Orang-orang yang mengharap pujian tidak mendapat manfaat dari amal-amal mereka kecuali penyesalan dan kesengsaraan".


Nabi SAW bersabda "Sesungguhnya yang paling kutakuti terhadap umatku adalah syirik kecil". Para sahabat bertanya "Apa itu syirik kecil?". Nabi SAW menjawab "Riya' (sifat ingin dipuji, bukan karena Allah)".


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Jika seorang hamba Allah tidak lagi mengangis karena takut dengan kekuasaan Allah, Justeru menangislah karena ketidakmampuan itu...

Radio Dakwah