Islamic Calendar


Kategori

PENGUNJUNG

Counter Thrifty Car Rental

Locations of visitors to this page PageRank

BLOG SUPPORTED BY

http://i603.photobucket.com/albums/tt118/Jarkoni/AL-AZHARKOMPUTERSmall2.jpg
http://img27.imageshack.us/img27/5472/abbasiyah.gif
.: اهلا وسهلا فى المعهد الأزهر :.
Tampilkan postingan dengan label Ihya' 'Ulumuddin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ihya' 'Ulumuddin. Tampilkan semua postingan

IHYA ULUMUDDIN – AL GHAZALI

Diposting oleh أحمد زرقاني Selasa, 29 November 2011



http://adekunya.files.wordpress.com/2010/04/ihya-ulumuddin.jpg%3Fw%3D208%26h%3D300
PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim

Segala puji bagi Allah Tuhan semua alam dan Tuhan semua makhluk, yang telah menganugerahkan kebaikan yang amat besar kepada segala hambaNya, memberikan panca indera kepada manusia sebagai kelengkapan untuk mengabdi dan mendekatkan diri kepadaNya. Salawat kepada Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya serta segenap manusia yang mengikuti beliau dengan perkataan dan perbuatan, dengan keadilan dan keihksanan.


IHYA ULUMUDDIN (Menghidupkan Kembali Ilmu-Ilmu Agama) karya Imam al Ghazali merupakan karya yang terkenal termasuk di dunia barat. Terjemahan dalam bahasa Indonesia sudah dimulai pada tahun 1968 dengan judul IHYA’ AL GHAZALI oleh Prof. Tk. H. Ismail Yakub SH, MA semoga beliau selalu mendapat ridho dan kasih sayang dari Allah Swt. Inilah kitab yang kami bacakan yang terdiri dari berbagai tahun penerbitan.


Para pencari kebenaran yang menempuh jalan pendekatan diri kepada Allah Ta’ala atau menjadi murid, sering mereferensi atau membaca sebagian Kecil dari karya tersebut yang kebanyakan berupa ringkasan (baca: cuplikan). Dengan kata lain sebagian besar dari mereka sebetulnya “belum mengenal” buku Ihya karya Al Ghazali ini secara utuh. Lagi pula bagi mereka pecinta buku Ihya, tidak sedikit yang mendapat halangan atau keterbatasan, diantaranya adalah mereka yang kesulitan untuk membaca kitab-kitab tebal, mereka yang tidak ada waktu khusus untuk membaca, mereka yang mempunya kendala pada penglihatan termasuk mereka yang cacat mata atau buta. Inilah yang mendorong dibacanya buku ini sekaligus direkam secara sederhana untuk dibagi kepada pecinta kitab Ihya.


Pembacaan Kitab Ihya dalam bentuk file mp3 ini juga dapat menolong menjadikan belajar Ihya lebih mudah yaitu lewat mendengar dengan mp3 player, komputer atau telepon mobil, yang bisa dilakukan di mana saja tanpa membawa buku yang berat. Disamping itu belajar Ihya dapat dilakukan di tempat kerja atau kantor, pada saat perjalanan di mobil, di kereta api, di pesawat terbang, bahkan dapat dilakukan di tempat tidur. Untuk mengunduh (download) file dapat lewat http://ihyaulumuddinterjemah.wordpress.com/


Kami menyadari bahwa pembacaan Kitab Ihya pada jilid-2 kualitasnya masih sangat rendah namun akan diusahakan agar jilid-3 dan selanjutnya akan lebih baik, kami juga berupaya untuk dapat menyelesaikan pembacaan Kitab Ihya keseluruhan sebanyak 8 jilid, semoga hal kecil ini membawa manfaat bagi sebagian umat Muhammad. Insya Allah.


Syarah Ihya’ 2 (Indonesia) + Video

Diposting oleh أحمد زرقاني Senin, 04 Oktober 2010




Sama juga seperti Imam al-Ghazali tadi. Namanya Muhammad. (Selain itu) Dia juga dikenal sebagai Ibnu Muhammad, sebab (nama) bapaknya Muhammad. (Dia) Dikenal juga sebagai Abu Hamid, karena anaknya bernama Hamid. (Jadilah) Tiga nama.

Mungkin tuan-tuan masih ingat lagi satu kisah dalam waktu perang, orang ingin menjaga kemah Nabi Muhammad. Waktu itu sudah malam, jadi orang pun buat pengumuman: "Siapa ingin menjaga kemah Nabi Muhammad malam ini?"

Kita ambil satu (nama) contoh, orang itu namanya Sufyan.

"Saya!"
"Siapa itu?"
"Sufyan."
"Ok Sufyan."


"Orang kedua. Siapa ingin menjaga kemah Nabi Muhammad malam ini? "

"Saya!"
"Siapa itu?"
"Ibnu Halim."
"Ok, Sufyan ada, Ibnu Halim pun ada."

"Baik. Orang ketiga. Kita ingin tiga orang. Siapa lagi sukarela ingin menjaga kemah Nabi Muhammad? "
"Saya!"
"Siapa tu?" Malam ... tak nampak.
"Abu Zulfiqar."
"Ok, Abu Zulfiqar. Ok, datang sini ketiga orang. Sufyan pun (silahkan) datang. Ibnu Halim pun (silahkan) datang. Abu Zulfiqar pun (silahkan) datang. "

Apabila sampai di depan kepala, tengok-tengok seorang saja yang datang.

"Eh, tadi tiga orang. Ini kenapa seorang (saja)? "
"Kamu siapa?"
"Sayalah Sufyan." Sebab namanya (memang) Sufyan.
"Habis, Ibnu Halim tadi siapa dia?"
"Saya juga orangnya, karena bapak saya namanya Halim."
"Abu Zulfiqar tadi?"
"Saya juga orangnya."
"Kenapa?
"(Karena) Anak saya nama Zulfiqar."

Jadilah ketiga itu nama dia. Sufyan pun nama dia, Ibnu Halim pun nama dia, Abu Zulfiqar pun nama dia.

"Mengapa ketika diminta, untuk ketiga-tiga kalinya kamu (seorang) yang menyahut?"

"Sebab saya nak 'kampoi' (monopoli) seorang. Saya seorang ingin menjaga Nabi Muhammad, ingin pahala lebih. "Punyalah (dia) sayang akan Nabi Muhammad. Jadi biasanya orang Arab (ada) tiga nama.

Selain kitab Ihya '' Ulumiddin ini, atau ringkasannya kitab Bimbingan Mu'minin, pada saya ada beberapa kitab lagi yang (dalam) bahasa Arab, dan ada juga yang terjemahan. Salah satunya adalah kitab Al-Munqiz min ad-Dhalal, (yang artinya) Selamat dari Sesat. Yang kedua, karangan Imam al-Ghazali ... Al-Risalah al-Laduniyyah. Yang ketiga, Misykatul Anwar. Yang keempat, Kimia as-Sa'adah, (yang artinya) Kimia Kebahagiaan.

Kitab Kimia 'as-Sa'adah ini, kita ada sentuh sikit-sikit sebelumnya (dalam kuliah kitab terdahulu). Ada sebelas fail (ceramah saya di Youtube) seluruhnya, kita (memang) ada ajar sikit di sini, meskipun bukan keseluruhan.

Inilah kitab-kitab yang ada dalam simpanan saya. Yang tidak ada dalam simpanan saya (tentunya) lebih banyak. Karena Imam al-Ghazali ini, menurut beberapa pendapat, kitab-kitabnya hampir 100 buah. Kemudian orang mengkaji pula lagi,dicampur dengan yang hilang, katanya ada 300 buah. Punya (lah) rajinnya (al-Ghazali) mengkaji.

Antara karya Imam Ghazali yang populer, yang lainnya:

1. Maqasid al-Falasifah.

2. Tahafut al-Falasifah.

3. Minhaj al-Abidin.

4. Tafsir Al-Ghazali. Imam Al-Ghazali ada membikin satu (kitab) tafsir Alquran. Kata orang, tafsirnya sampai 40 jilid dia menafsirkan Alquran. Tapi sayangnya sewaktu orang-orang Mongol menyerang Baghdad, Baghdad habis musnah, kitab-kitab (yang ada di Baghdad) dibakar. Orang Mongol ini (umumnya) tidak ada Tuhan, mereka bakar habis kitab-kitab itu semua. Jadi banyaklah karangan Imam al-Ghazali yang hilang. Rugilah kita, termasuk (antara yang hilang itu adalah) Tafsir Qur'an Imam al-Ghazali.

5. Kemudian kitab Fadaih al-Batiniyyah wa al-Fadhail al-Mustaziriyyah.

6. Majalis al-Ghazaliyyah. Yang ini anak muridnya yang karang. Imam Ghazali memberi kuliah, karena enak bangat kuliahnya, suatu hari anak muridnya berpikir ingin menyalin apa yang diceritakan itu. Maka anak muridnya ini pun menyusun semula kuliah Imam al-Ghazali ini, kemudian ditunjukkannya kepada Imam Ghazali. "Tuan Imam, coba 'check' benar tak apa yang Tuan Imam cakap dengan apa yang saya tulis." Imam Ghazali mengesahkannya, (lalu) dia (yaitu anak muridnya itu) bikin satu kitab, namanya Majalis Ghazaliyyah.

7. Kemudian kitab Mizan al-Amal

8. Al-I'tisad fi al-I'tiqad.

9. Sirr al-'alamin

10. Al-Maa'rif al-'Aqaliyyah.

11. Kitab al-Arba'in.

12. Jawahir al-Quran.

13. Ayyuhai Walad.

14. Hujjah al-Haqq.

15. Qisas al-Mustaqim

Dan banyak lagi kalau ingin dinyatakan.

Yang populer di negara kita ini, diantaranya kitab:

1. Minhaj al-'Abidin. Banyak tuan-tuan guru mengajarkan kitab itu.

2. Dan juga ringkasan (Ihya ') inilah - Bimbingan Mu'minin, banyak orang ajar.

3. Dan juga kitab Ayyuhai Walad.

Yang lain-lain itu biasanya sulit jumpa orang ajar.

Jadil Imam Ghazali ini seorang yang hebat, karena pada zaman dahulu, ingin menulis susah (jika dibandingkan dengan hari ini). Mahu mendapatkan kertas susah, cari tinta susah, cari pen pun susah. Bukan macam sekarang, tekan komputer, tulis. Laju saja. Meskipun dalam keadaan yang macam itu, Imam Ghazali dapat menulis ratusan kitab. Dengan mengajar lagi, dengan belajar lagi, dengan ibadahnya yang hebat lagi. Itu yang kita merasa heran. Sebab itu orang kata Imam Ghazali ini pun salah seorang dari wali-wali Allah juga.

Yang kita zaman sekarang ini, petik komputer saja bisa (terus) menulis, apa kitab pun kita tak buat, sebab kita tidak mampu. Imam Ghazali zaman dahulu buat ratusan kitab.

Apakah kitab-kitab ringkasan Ihya '' Ulumiddin yang populer di kawasan Nusantara ini? Di Alam Melayu ini ada kitab-kitab singkatnya.

1. Salah satu yang populer, kitab Bimbingan Mu'minin.

2. Kemudian kitab Bidayatul Hidayah.

3. Yang ketiganya kitab Hidayah as-Salikin yang disusun oleh Syekh Abdus Samad Palimbani, orang Palembang. Kitab Hidayatus Salikin ini (merupakan) uraian ke kitab Bidayatul Hidayah, karangan Imam al-Ghazali.

4. Yang keempatnya kitab Sairus Salikin karya Syeikh Abdus Samad Palimbani juga.

Ini semua ada kait-mengait dengan kitab Ihya '' Ulumiddin.
Susah mencari orang yang mengajar kitab Ihya '' Ulumiddin terus. Biasanya mereka mengajarkan singkatannya.

Hadirin yang dirahmati Allah sekelian,

Sekarang kita pergi ke sejarah Imam al-Ghazali, dari waktu dia kecil, sampai muda remaja, sampailah tua, sampailah meninggal. Jadilah Imam Ghazali ini dilahirkan di sebuah kampung yang bernama Ghazalah. Sebab itu namanya dinisbahkan kepada Ghazali. Nama sebenarnya Muhammad, tapi orang panggil Imam Al-Ghazali, sempena dengnama tempat asalnya. Kampung Ghazalah ini terletak di mana? Di Tus. Tus ini di wilayah Khurasan. Zaman sekarang ini dalam negara Iran.

Bila dia lahir? Tahun 1058 Masehi. Sekarang 2011. Maksudnya sudah 953 tahun yang lalu. Hampir seribu tahun sudah Imam Ghazali hidup. Maka kitabnya yang berada di tangan kita ini pun, sudah 900 tahun lebih (usianya). Sampai sekarang pun orang masih pakai lagi. Inilah untungnya jadi ulama-ulama. Dia tulis kitab banyak-banyak, sampai sekarang pun pahala masih mengalir kepadanya.

Maka Imam al-Ghazali ini tuan-tuan, dia satu orang yang miskin, sebab datang dari keluarga yang miskin. Ayahnya berkeja sebagai tukang tenun kain. Punyai toko kecil satu. Pendapatan pun tidak seberapa, hidup dalam kemiskinan. Meskipun miskin, bapaknya seorang yang saleh dan sangat suka akan ilmu. Dia cukup suka belajar ilmu-ilmu agama. Maka bapaknya berdoa agar dapat anak, anak yang saleh, anak yang bakal jadi ulama. Begitu doa ayahnya.

Doa ayahnya yang utama (sekedar contoh): "Ya Allah, berilah akan daku anak yang bakal menjadi ulama, orang-orang yang alim." Ini doa ayah Imam al-Ghazali, dan doanya diperkenankan (Allah). Sebab apa? Dia berhasil dapat dua orang anak lelaki yaitu Imam al-Ghazali dan adiknya bernama Ahmad. Kedua orang ini menjadi ulama besar, berkat doa si bapak tadi.

Kita bandingkanlah dengan doa kita pula. Bila kita bakal dapat anak, apa doa kita? Macam-macam doa, tapi doa yang utama? Ada orang, doanya yang utama adalah: "Ya Allah, jadikanlah anakku ini (berkulit) cerah, putih melepak", yang paling atas sekali. Tak salah berdoa begitu. Tapi sebaiknya doa yang utama itu adalah doa (agar anak) jadi orang yang saleh, jadi pejuang, jadi ulama. Doa mahukan anak putih melepak itu (biarlah) bawah sedikit. Tapi kadang-kadang doa putih melepak itu sudah jadi nomor satu. Ada pula yang berdoa: "Ya Allah, jadikanlah anak aku seorang yang cerdik."

Syarah Ihya’ 1 (Indonesia) + Video

Diposting oleh أحمد زرقاني




Alhamdulillah Puji puja dan sukurku tak henti-hentinya kepada pemilik alam semesta ini, pengatur hidup makhluk ini, pengasih dan penyayang setiap makhluknya, maha adil, maha bijaksana, maha pengampun hambanya yang kembali kepadanya. Sholawat dan Salam Allah, Malaikat dan semua makhluk, tetap tercurah tanpa henti-hentinya kepada makhluk yang paling mulia, kekasih raja alam, pemimpin manusia, Nabi muhammad SAW, beserta keluarga, para sohabat, tabi’in, tabi’u tabi’in, dan semua yang mengikuti mereka hingga Akhir alam ini.

Suatu ketika dahulu pada zaman Imam Al-Ghazali, di negara Maghribi atau disebut Maroko, ada sebuah kerajaan, yang saat keluar saja kitab Imam Al-Ghazali, ulama-ulama fiqh pemerintah di Maroko mengatakan kitab Ihya ” Ulumiddin ini harus diharamkan dan harus dibakar. Apabila cerita ini sampai ke pendengaran Imam al-Ghazali, Imam Al-Ghazali pun (dengan izin Allah) terbuka kasyafnya, yaitu diangkat ‘hijab’, maka dia nampak apa yang bakal terjadi.

Apa kata Imam al-Ghazali? “Tuhan akan menyoyak atau akan merobek kerajaan mereka sebagaimana mereka mengoyak kitabku”. Imam Ghazali sudah ‘nampak’. Begitulah, sesekali orang-orang saleh (diizinkan Tuhan) ‘melihat’ apa yang akan terjadi. Bukan selalu, tapi sesekali.

Mungkin kita masih ingat lagi kisah Saiyidina Umar sedang berpidato, tiba-tiba ‘terangkat hijabnya’, lalu dia nampak ketika itu tentara Islam sedang berperang dan dalam keadaan hampir kalah. Ketika di atas mimbar itu jugalah Saiyidina Umar memberi perintah kepada tentara Islam yang berada jauh beribu batu, ratusan mil. Dan tentara Islam di sana dapat mendengar perintahnya.

Hal ini menunjukkan sesekali orang-orang saleh ‘diangkat hijab’. Itulah yang terjadi kepada Imam al-Ghazali. Apabila sampai cerita mengatakan pemerintah di Afrika Utara itu yaitu negara Maroko mengharamkan dan ingin membakar kitabnya, dia katakan yang Tuhan akan mengoyakkan kerajaan mereka sebagaimana mereka mengoyakkan kitabnya.

Dalam majlis itu kebetulan ada salah seorang murid Imam al-Ghazali yang bernama Muhammad bin Tumart. Kata murid Imam Ghazali ini: “Wahai Tuan Imam, doakanlah kepada Tuhan agar keruntuhan Bani Tasyfin (Pemerintah Murabitin) itu akan berlaku di tangan saya.” Kata budak itu tadi ketika dia mendengar tuan gurunya mengatakan bahwa pemerintah di Maroko itu akan runtuh: “Tuan syeikh, doakan agar kerajaan itu runtuh (lebur) di tangan saya. “

Setelah dari itu, Muhammad bin Tumart ini pergi ke Maroko dan menyusun gerakan. Berlakulah peperangan dan sebagainya sampailah dia berhasil mendirikan / membentuk sebuah pemerintah baru yang dinamakan Kerajaan Muwahhiddun. Memang betullah sebagaimana yang Imam Ghazali nampak – sebagaimana pemerintah Afrika Utara ini mengoyak dan membakar kitabnya, sebegitulah kerajaan mereka dikoyak-koyak sampai runtuh.

Bila Muhammad bin Tumart berhasil mendirikan Kerajaan Muwahhiddun di Afrika Utara yaitu di Maroko, Imam Ghazali teringin hendak pergi ke sana tapi tidak berkesempatan. Tidak sempat pergi ke sana, beliau sudah meninggal.

Pengajarannya di sini, kitab Ihya ” Ulumiddin ini bukanlah sembarangan kitab. Ringkasan kitab ini adalah kitab Bimbingan Mukminin. Dewasa ini ada orang-orang tertentu yang anti akan kitab ini. Kita khawatir apa yang terjadi kepada pemerintah di Afrika Utara itu terjadi kepada mereka juga. Di kata kitab ini tidak benar, bawa ajaran salah dan sebagainya.

Nama Morocco berasal dari nama kota yaitu Kota Marakesh, atau dalam bahasa Arabnya “Murakush”. Datang ‘mat salleh’ (penjajah Barat), disebutnya Maroko.

Baik, habis muqaddimah yaitu pengenalan kepada kitab Ihya ” Ulumiddin ini.

Hadirin yang dirahmati Allah sekelian,

Sebenarnya kitab Ihya ” Ulumiddin ini sangat erat hubungannya dengan saya karena pada tahun 1997 sampai sekitar tahun 2003, ke mana-mana pun biasanya saya bawa salah satu jilid terjemahan kitab Ihya ‘ini, dan membacanya. Sekitar 7-8 tahun itu, ke mana-mana pun dibawa, punya cintanya akan kitab ini. Namun pada hari inilah baru saya berpeluang untuk mensyarahkannya.

Karena saya jatuh hati sama kitab ini, suatu ketika saya ada menulis sebuah risalah yang berjudul “Allah Cinta Agung”. Risalah ini menjelaskan tentang cinta kita kepada Allah dan cinta kita kepada Nabi Muhammad. Saya buat risalah itu dalam beberapa puluh halaman, dan risalah ini pun ada dimuatnaik ke internet. Risalah ini siap sekitar tahun 2002. Siap pada 13 Safar 1423 Hijrah. Maksudnya pada tahun 2002. Sudah 9 tahun risalah itu. Dimuatnaik ke internet dan ada lamannya. Lamannya juga berjudul “Allah Cinta Agung”. Ia berdasarkan bab “Cinta” dari kitab Ihya ” Ulumiddin.

Kemudian risalah itu tadi saya jadikan ta’lim harian. Setelah Maghrib atau Isya ‘, dibaca dalam waktu 5 menit dengan istri. Setiap hari dibaca sedikit-sedikit.

Yang pertama kita tengok maksud ‘Ihya”Ulumiddin’. Apa maksudnya? Kita biasa dengar kata ‘hayat’ yang berarti ‘hidup’ atau ‘kehidupan’. Jadilah ‘ihya’ ini maksudnya ‘menghidupkan’. Kita juga biasa dengar kata ‘ilmu’, ‘ulama’ dan ‘alim’. Semua itu dari akar kata yang sama. Sama dengan kata ‘ulum’. ‘Ulum berarti’ ilmu-ilmu ‘.

Kemudian kata ‘ad-diin’. Orang selalu sebut: “Islam sebagai ad-diin.” Ringkasnya ‘ad-diin’ berarti ‘agama’. Jadilah ‘Ihya’ ‘Ulumiddin’ berarti ‘Mengaktifkan/ Menghidupin Ilmu-ilmu Agama’.

Mengapa Imam Ghazali namakan kitabnya dengan judul “Mengaktifkan Ilmu-ilmu Agama”? Karena pada zaman itu, bahkan pada zaman sekarang pun ilmu sekedar jadi hiasan. Banyak orang yang berilmu dalam agama namun dari segi pengamalannya lemah. Sebab itu kitab ini dinamakan “Mengaktifkan Ilmu-ilmu Agama”. Ia tidak sekadar ilmu tetapi ia dihidup dan diamalkan. Dan diamalkan pula dengan efektif. Jadi, fahamlah kita sekarang maksud ‘Ihya’ ‘Ulumiddin’. Seandainya orang bertanya setelah ini, kita sudah bisa jawab: “Mengaktifkan Ilmu-ilmu Agama”.

Jadi sebelum kita masuk ke kitab ini seterusnya, kita berkenalan terlebih dahulu dengan tuannya. Kita memang ‘kenallah’ orang selalu sebut: “Imam al-Ghazali, Imam Ghazali, Imam Ghazali.” Nama sebenarnya adalah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali. Namanya Muhammad, nama ayahnya pun Muhammad, nama kakeknya pun Muhammad. Nama moyangnya Ahmad. Semua (nama-nama) itu dari akar kata yang sama juga … (yang artinya) “terpuji”.

Namanya Muhammad. Disebut juga Ibnu Muhammad karena dia anaknya Muhammad. Dia juga disebut Abu Hamid, karena anaknya bernama Hamid. “Abu” (maksudnya) “Bapa kepada”. (Abu Hamid maksudnya) Bapa Si Hamid. Jadilah nama lengkap Imam al-Ghazali adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali. “Ghazali” ini dikatakan nama tempatnya (kampungnya) yaitu “Ghazalah”, disebut “Ghazali”. Sebagaimana yang kita tahu orang Arab ada 3 nama. Namanya, nama bin kepada ayahnya, dan nama (kepada nama) anaknya.

BY Wangian Hikmah


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEm22cH9wjUmOrhQhNy65BcR0I4TzoYU6eO1ADRdj4ejSwrG0BCx_z76ok5MzGayjoYB_1O11T7naiq3SsE2rVGTBlZ5K8Sh-6iWoilB3CSPe68iU6A8OH4Per-VjWxR3q3-C09ysF6Uu0/s1600/allubab.gif
Jika seorang hamba Allah tidak lagi mengangis karena takut dengan kekuasaan Allah, Justeru menangislah karena ketidakmampuan itu...